Wednesday, March 12, 2014

Euh

Kenapa sih jadi orang harus sok tau?
Kenapa sih jadi orang harus kegeeran?
Otaknya dipake dong.
Jangan ngomong asal kalo nggak tau apa yang terjadi.
Emang masih jaman yah kayak begitu?
Tolong dong bersikap dewasa.
Apa gunanya lo ikut diklat dan osjur ini itu kalo ujung-ujungnya kelakuan lo masih aja kayak begitu?

Duh serius deh, masih jaman ya cari muka?
Udah dewasa kan?
Ngerti dong gimana caranya bersikap?
Males kali udah kuliah masih aja jadi social climber.
Why try so hard to be something?

Maaf karena nggak bisa sok akrab di depan orang kalo emang nggak akrab.
Maaf karena nggak pernah mencoba mencari muka di depan anda.
Maaf karena terlihat nggak terlalu peduli sama anda, karena saya memang nggak peduli sama sekali.
Maaf karena nggak sempurna.

Gue nggak ngerti gue yang mengatur standar gue terlalu tinggi terhadap lingkungan gue atau gimana tapi belakangan ini gue berkali-kali dikecewakan ama orang-orang di sekitar gue. Sekecewa itu loh, gue pikir people are mature enought to act as an adult but well some people just can't. I know that time heals eventually but still, I can't see it coming. Terimakasih karena telah membuat gue menjadi lebih tegar dan sabar dibanding sebelumnya. Terimakasih karena telah membuat gue menjadi orang yang tidak terlalu reaktif seperti dulu.

Ohiya, baru-baru ini gue denger kalo lo harus cari pasangan yang bisa dijadikan tempat lo bersandar. Dan percayalah, gue ngerti kenapa sampai sekarang gue sendiri. Satu-satunya tempat gue bersandar adalah diri gue sendiri. Iya, gue baru sadar kalo ternyata... well, gue cukup mandiri untuk meng-handle semua, walaupun sering kali diwarnai dengan keluhan dan omelan. I've tried to believe in people but people can't stop  disappoint me. So yeah, gue bisa apa? Kalau memang nggak ada yang bisa diandalkan, satu-satunya yang bisa diandalkan adalah diri lo sendiri. Dengan bantuan Allah SWT dan support orang tua yang tiada henti. Pernah nggak sih lo sebenernya kecewa banget ama semua orang tapi yaudah mau gimana lagi. Dibalik semua zonk hidup gue selama 2014, semua keputusan gue yang kacau dan terasa asal, I did learn something.

Dan sekarang gue makin sadar kalau ternyata kebetulan itu yah cuma kebetulan, nggak lebih. Bukan karena semesta-membantu-lo-untuk-mendapat-apa-yang-lo-pengenin or something else. Kata-kata "Nggak ada yang namanya kebetulan" adalah kata-kata paling bullshit yang pernah gue denger. Dan gue janji banget sekarang gak bakal mau lagi mikir muter-muter tentang apa yang terjadi hari ini -- but I just can't. I analyze, that's one of my thing. Jadi percuma aja lo suruh gue untuk berhenti, karena gue sendiri nggak punya kuasa untuk nggak melakukan itu.

Another thing, I just found out that coffee have some side effects for me. Jadi belakangan ini untuk membuat gue tetap terjaga di malam hari (karena badai tugas dan UTS), gue nyoba-nyoba minum kopi. Kopi cimpy sih, kopiko78. Nah kalo gue minumnya siang, nggak ada efek apapun. Tapi kalo gue minum malem, gue bakal tetap terjaga sampai lebih dari jam 2 dini hari. Masalahnya adalah, gue selalu bikin patokan kalo jam 2 itu gue udah harus tidur. Akhirnya saat gue maksa tidur... mimpi gue jadi serem banget, sumpah nggak bohong. Tidur gue jadi nggak tenang dan di sela tidur gue, gue akan terbangun berkali-kali. Dan saat terbangun, jantung gue bakal berdebar-debar. Fix sih emang nggak kuat minum kopi. Nggak bakal lagi deh minum kopi malem-malem daripada mimpi aneh-aneh.

So that's it. Dadah!

2 comments: