Sunday, December 31, 2023

Quick Note for 2023

What a year, what a year, what a year!

It's a last-minute writing exercise so apologies in advance for not being fully committed with this post lol. I mean... without a doubt, of course the highlight of this year is getting married. However, what kind of life it is without all those small problems and dramas lol.

Sejujurnya agak bingung mau ngebahas apa di post ini karena rasanya post tentang nikahan bakal berjilid-jilid sendiri, karena rasanya BANYAK BANGET yang harus diceritain. Tapi kalo nggak ceritain itu, kok malah jadi bingung mau cerita apa lagi. Tapi masa rasanya tahun ini cuma di-define sama nikahan?!?!? Padahal engga juga sih, career-wise juga banyak kok yang berubah.

I think one of the main reason I don't really write anything anymore here is because I don't even know what kind of stories that I considered as "okay" to write publicly, and what kind of stories I don't considered as personal. I mean, ngebahas kerjaan di blog kek bakal banyak sensor-sensornya atau bahkan bisa dianggap salah tangkap sama orang lain. Pengen bahas-bahas yang lain juga bingung karena ternyata kok makin tua aku seperti living in my own bubble??? Lol not that I'm complaining, tapi kadang gue ngerasa apa yang gue rasakan sepertinya tidak relevan ke orang lain. Even beberapa tahun belakangan ini gue juga udah jarang buat cerita di 2nd acc IG, so I think I've changed.

Bingung kan, mau bahas cerita 2023 tapi kok malah jadi curhat kenapa udah jarang nulis lol.

Anyways, selain menikah dan karir, apa lagi yah yang berubah? Jujur tahun ini hidup gue benar-benar di-define dari dua topik tersebut sih, jadi mungkin hal-hal lain priority-nya lumayan bergeser jauhh.

Di tahun ini, gue diingatkan lagi kalau segala sesuatu udah diatur sama Allah. No such thing as kecepetan dan terlambat. Everything has been perfectly placed at the right place and the right time.

Enak banget ya ngomongnya, padahal pada kenyataannya mahh, praktiknya SUSAH BANGET! Sebagai orang yang pengennya semua serba "segera!!!" dan serba "what's next!?!" praktekin pelajaran ini tuh susah banget, sering banget ada pertanyaan-pertanyaan, "Kok belum sih??? Apa lagi sih yang ditunggu???" dan berbagai pertanyaan lainnya yang serba minta buru-buru.

Tahun ini, banyak banget doa yang dikabulkan. Itu pun gue sempet mikir, "Ih kok masih ada yang gak terkabul yah?" alias lahh kok nggak bersyukur sihhhh!!!! Padahal jelas-jelas di Al-Quran dikasih tau kalo semakin kita bersyukur semakin diminta lebih, lah ini dikasih 60% dari keinginan aja masih ngeluh huf. This is why menurut gue ngomongnya gampang tapi praktiknya susah, karena sebagai manusia yang tidak pernah puas, kita seringkali lupaaa bersyukurrr sama apa yang udah diberikan. Even saat gue inget kalau Allah's timing is the perfect timing, rencana Allah udah yang paling baik, tetep ajaa masih ada rasa worry dan penasaran dan nggak sabarnyaaa.

Menurut gue, topik bersabar dan berpasrah kepada Allah ini yang perlu banyak gue praktikin lagi di kehidupan sehari-hari. Mencoba untuk constantly remind myself kalo hidup nggak selalu tentang rencana kita, tapi Allah udah siapin sesuatu yang emang terbaik buat kita. Kalau emang belum dikasih, percayalah kalau memang belum saatnya aja sih. Kita kan gatau juga, kalau misalnya dikabulin di waktu yang kita inginkan, apakah long-term resultnya akan sesuai yang kita inginkan jugaa? :)

Gue banyak banget kepikiran soal ini menjelang nikah sih, kek beneran mikir ajaa gue sama Nanang udah "bertemu" di sosmed dari sejak kapan, tapi ibarat di film-film yaa masih selisipan terus aja and one day it just clicked. Benar-benar perfect example of everything will fall into its places eventually. Ke depannya, heck, even sekarang, ada yang gue lagi pikirin tentang, "Ih kapannn nihhh!!" and nope it's not what you thing it is lol. Tapi intinya gue lagi in the middle of nggak sabar sama sesuatu aja sih haha.

Let's close this post hoping a great year ahead all of us! Semoga segala rencana-rencan di tahun depan berjalan lancar, aamiin ya rabbalalammin.

Saturday, December 31, 2022

Bertumbuh dengan Caramu

 I thought I haven't written anything in 2022 but apparently I have lol.

Dari kemarin udah niatin diri harus ada nulis di 2022 at least sekaliii aja, biar ngga kosong-kosong amat gitu lol. I feel like the last 2 years happened so fast I don't have time to really process it.

Kalo di-breakdown, sebenernya 2021 kemarin semacam a year of changes. I changed my industry (not sure whether I have mentioned it before or not) and some of personal changes as well lah pokoknya. It was exciting, walaupun masih banyak diem-diem-mengamati, eksplorasi. It felt like a fresh air, a refreshmemt I never knew I needed.

Di 2022, setelah mulai paham how it works yadda yadda, mulai deh lari. Mulai melakukan hal-hal yang perlu dilakukan. A year of action, one can say. Setelah di tahun sebelumnya explore dan nentuin kira-kira apa aja yang perlu dilakukan, di 2022 things started moving. It moved quite fast, one day I realized I was some kind of overwhelmed -- which I haven't felt for a long time, but the kind that makes me excited. Inget banget suatu hari lagi mengeluh karena banyak banget yang harus dipikirin dan dikerjain tapi terus gue senyum dikit. This kind of overwhelming is the one that makes me feel alive.

The thing is, selama ini setiap gue merasa seperti itu, gue bakal shutting down other things in my life, biar gue punya energi buat handle those things. Namun, dengan adanya changes in several aspects in life, I couldn't do that anymore. Hubungan personal gue sama orang-orang lain malah jadi korban. Disitu yang bikin gue lumayan panik dan jadi makin kacau. Ada 2 momen yang lumayan bikin bengong-bengong, satu di Agustus, satu di November. Masalahnyaa, karena gue harus lari, di momen itu gue nggak ngerasa nemu jawabannya. I went to my therapist again a couple of weeks ago and she said, "Kamu ngga perlu worry sama kerjaan kamu, karena kamu suka ama apa yang kamu kerjakan, you like the challenges. Kamu mungkin mengeluh tapi kamu akan tahu jalan keluarnya. Tapi kamu ngga bisa mengaplikasikan pola pikir kamu di pekerjaan ke hubunngan kamu dengan manusia. Hubungan itu perlu pakai perasaan, ngga bisa cuma pakai logika." And I'm working on that.

Loh kok tiba-tiba ceritanya udah sampe sini aja lol.

Tapi kalo ditanya gimana 2022, overall I'm happy! It's a year of so many new opportunities. Mau bilang keluar dari comfort zone tapi nggak juga sih sebenernya. It's still within my zone but I guess my zone is expanding...? Certainly not the most comfortable place to be, but definitely a place to grow.

Apakah babak belur? Lumayan. Nangis karena capeknya mah ada banget. Mengeluhnya juga jangan ditanya. Ada kok hari-hari gue questioning myself whether all the efforts would worth the price or not. Gue dari tadi mencoba menyelipkan kalimat (sok) bijak tapi susah banget hahaha. Soalnya menurut gue I'm still in the middle of it, jadi belu, bener-bener bisa ngambil kesimpulan dan pembelajaran dari apa yang gue jalanin.

Tapiii kalo gue bisa ambil satu kesimpulan tentang tahun ini, menurut gue kata-katanya Moon Pancake "bertumbuh dengan caramu" itu kata-kata paling pas sih buat tahun ini. We can't compare our growth with other people because everyone has different goal and path. Jadi yang bisa kita lakukan yaa mencoba figure out what we want to be, and create a path to achieve it.

Looking forward to what 2023 will bring and hoping all the best for everyone.

Monday, January 10, 2022

Sensitif, Lalu Ngobrol Singkat

Don't you hate it when your hormones play tricks on you?

Like beneran bisa jadi super sensitif dan apa-apa overthinking. Tapi kalo didiemin beberapa saat tuh sebenernya kek gak terlalu jadi masalah??? Tapi ntar ada aja kepancing hal-hal lain terus kek rasanya mo ambruk aja.

The thing is, it's a pretty nice end-of-year and new year. I'm literally blaming PMS right now karena emang mulai bertingkah sejak masuk masa-masa PMS hhh capek banget.

Pengen cerita tentang 2021 tapi ntar deh lol. Kadang tuh curhat-curhat mendadak gini malah jadi panjang karena kek lebih flowy aja, nggak harus ada tema tertentu gitu. I guess my (I don't even remember which year) resolution to have more thematic writings are failed miserably. Tapi yaudahlah, stop being so hard on yourself apalagi buat hal remeh tempeh karena kalo bukan lo yang jadi the main support system, siapa lagi?🤷🏻‍♀️ 

Sejujurnya banget banyak hal yang pengen diceritain tapi kadang tuh gimana ya... takut aja gitu orang suka iri dengki huhu. Am I overthinking (again)???? Lol idk. The thing is, sebenernya gak ada yang perlu diiriin, tapi karena kadang cara menceritakan gue suka ✨hebring✨ jadi orang ngerasa apa yang diceritakan lebih indah dari aslinya? Lol. Terus ntar perilaku orang ke kita jadi kurang enak gitu terus kek... sedih aja losing your friends yang di umur segini kek udah nggak sebanyak dulu🥲

Tapi yaa di sisi lain you'll cherish those who sticks with you through the bright and dark times. Orang yang nggak nganggep lo saingan, orang yang bakal sama senengnya sama lo -- atau bahkan lebih seneng -- ngeliat lo happy.

Hhh intinya sebenernya udah capek pengen tidurrrr, tapi otaknya masih pengen jalan jadi ya kita nulis aja, karena mau nulis di buku tapi mager gue udah di posisi siap tidur (walaupun jadi tengkurep karena sambil ngetik). Udah mana tadi jam 11 malem masih ada aja yang ngechat kerjaan (walaupun sebenernya ini cuma chat fyi) TERUS KOK GUE JUGA LANGSUNG BALES he. Ada-ada aja, kesannya workaholic banget padahal kan udah gamau gitu lagi🤪

Terus gara-gara nulis ini, ada sih satu meme dan satu... wojak(?) yang menggambarkan 2021. Tapi ntar deh kita simpan buat post refleksi 2021 uhuy (yang gak tau lagi kapan ada mood buat nulisnya). Asli dah kadang tuh udah mikir panjang banget tapi buat nulisnya bingung gitu??? Terus ntar udah kepost masih yang kaya, "Aduh kurang ini itu dehhh." Lol yang mana kalo gue edit juga kayanya gak ada yang sadar karena gak banyak yang baca juga.

Anw, gue nggak inget sih kapan gue pernah bilang (gak inget juga apakah bilang di sini atau bilang dimana/ke siapa), kalo gue pengen banget baca cerita-cerita tentang failures, karena kadang kita bisa belajar lebih banyak hal dari failures. Terus tahun lalu nemu dongg sebuah newsletter di Linkedin yang... apa ya? Sebenernya dia gak purely cerita tentang failure sih, tapi banyak cerita tentang how people navigate their lives and believe me, it's not always rainbows and butterflies. Here's the link if you're interested to read more about that. Menurut gue, tulisannya real aja gitu. Nggak yang selalu, "Gue nemu masalah X terus gue langsung ngerjain ABC (yang biasanya ada teorinya) terus berhasil. Life is good," capek cuy bacain yang begituan. Bacain cerita-cerita yang not-so-successful-at-first actually helps. It reminds you that others made mistakes as well -- or although they didn't make it but still 'kena getahnya'. And that's okay, we keep going.

Yaela ni judul udah gue ganti dari "Sensitif" jadi "Sensitif, Lalu Ngobrol Singkat" tapi kok nambah terus paragrafnya lol. I think that's it for tonight. Ttyl!

Wednesday, October 27, 2021

How to Chill

Waw sumpah susah juga mau nulis tentang ini, padahal rasanya udah di ujung lidah banget pengen bahas tentang ini. Sebenernya sih intinya, jangan banding-bandingin.

Sunday, October 24, 2021

Hellaw!

Long time no post, eh?

Sebuah update kehidupan 6 bulan terakhir.

Wednesday, April 14, 2021

Quick Update

Hi!

Ternyata udah lama juga nggak nulis. Bahkan sekarang udah bulan puasa lagi!!!! Puasa kedua di masa pandemi, (most likely) puasa kedua tanpa bukber huhu sedih. Padahal bukber adalah salah satu kegiatan yang gue nantikan karena yaa... biasanya rame kumpulnya pas bukber kan memang.

Jujur gak tau sih apa yang mau diceritain karena hidup gue kaya yaudah lagi super datar dan super gitu-gitu aja. Yaa sebenernya banyak yang bisa diceritakan tapi bingung juga. Sebenernya gue udah sempet kepikiran pengen bahas satu topik sih, udah kepikiran kerangkanya gimana tapi belom kekumpul aja moodnya. Karena gue lumayan care sama topik itu dan gue pengen nulisnya all out lol. Coba tebak mau cerita tentang apa 😏😏

Anyways, sebenernya ada satu topik lain yang tiba-tiba muncul di otak gue dan udah lumayan lama mengganggu pikiran gue, tapi asli dah nggak pernah bisa dikeluarin di tempat umum begini. Dari tadi udah ngetik beberapa paragraf terus jengjet diapus lagi, bahkan sampe beberapa kali ganti judul hahahaha hello susah banget ternyata mengemukakan topik ini IRL. Mungkin karena once gue publish tulisan itu, I can't take it back? It's not that my thought is something controversial, but... Idk, susah aja buat mengungkapkannya.

[At this point, gue udah nulis sekitar 1 jam tapi ujung-ujungnya diapus. Nyerah mau nulis agak serius jadi kita cerita-cerita aja.]

Btw nulis ini kedistraksi parah karena tiba-tiba jadi kepo banget sama perkara SPAC lol. (((wow Titha ngomongin beginian???????? WHO IS THIS GAL??????))) Ini super random sih, tapi awalnya sempet ada berita tentang Grab yang bakal merger sama sebuah perusahaan namanya Altimeter buat bisa IPO di US. Terus di sebuah app stock investment US, muncul lah notifikasi kalo ✨sekarang udah bisa beli saham Grab loh✨ Terus yaudah jadi kepo aja sebenernya mekanismenya gimana sih, kok jadi dibilang bisa beli saham Grab?????????🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️

Nulis ini juga kedistraksi sama drakor ongoing yang lagi gue tonton, judulnya Oh! Master. Jujur this drama ticks all those kdrama classic tropes, tapi gatau mungkin I have a soft spot for the male lead jadi yaudah tonton terus. Terus makin kesini kok makin seru???? Sekarang baru episode 7 sih, jadi yaa masih ada sekitar 4 minggu lagi buat nonton. Nontonnya lewat iq.com ya guys, gak ada di Netflix.

Ngomong-ngomong soal streaming service, coba gue tanya, udah berapa streaming service yang lo pake sampe saat ini????? Gue baru sadar sih, as of now gue langganan sampe 5😌😌 Mata cuma 2 tapi kok banyak banget langganannya huhu. So far gue langganan: Netflix, HBO Go, Disney+, Apple TV (bawaan dari HP), sama IQIYI. Bahkan tadinya ada Amazon Prime juga tapi gue berenti sih, soalnya dia gak bisa ditonton di laptop alias ribet. Bye. Disney+ awalnya apa ya, kalo gak salah karena kemakan iklan aja sih. Kalo HBO Go kemarin karena mau nonton Justice League Snyder's Cut. IQIYI sebenernya udah pernah berenti langganan, tapi karena ada si Oh! Master ini akhirnya gue langganan lagi.

Ngomong-ngomong soal drakor, kemarin gue sempet nonton judulnya Run On deu suka bangetttt!! Suka banget sama drama mature yang asli dah semua orang tuh kalo ada masalah langsung diomongin, gak pake miskom dan ngambek-ngambekan luvvv. Mungkin karena gue udah makin tua juga ya, capek gitu ngeliat rebutan pasangan hhh yaudah sih cari aja yang lain. Gue sampe nggak lanjut nonton Startup karena gue tahu gue bakal 2nd lead syndrome akut karena ngeliat Kim Seonho kok cakep banget buset auto kepincut.

Gara-gara Kim Seonho pun gue jadi nonton 2 Days 1 Night ya Allah ngakak banget nonton gituan gue bisa ketawa geli banget, padahal gue cuma nonton cuplikan-cuplikan doang di Youtube. Sampe-sampe Youtube gue isinya 2D1N padahal gue pun jarang banget nonton acara Korea (at least dibanding temen-temen gue yaa). Youtube gue isinya makin random deh, tapi gue pun udah jarang nonton Youtube sih, entah kenapa kek bosen aja ngeliat konten-kontennya. Mungkin ada unsur gue jarang explore juga lol, tapi yaudahlah🤷🏻‍♀️

Lanjut apa lagi yaaaaa. Belakangan ini sempet beberapa kali mikir pengen give back to community tapi bingung apa. Jujur ngerasa gak bisa memberi sesuatu yang wow gitu lol, gue aja masih suka bingung mau ngapain abis ini. Tapiiiii kerangka dasarnya udah mulai kebayang sih, pengen ngapain, tapi how-nya aja yang belom bener-bener ketemu. Sama nyari partner untuk nguliknya hahahah soalnya gue tau gue gak segitu kreatifnya untuk melakukan hal itu.

Terus pengen cerita apa lagi ya? Sebenernya nothing much karena hidup gue bener-bener gini-gini ajeeee yaamplop. Udah setahun lebih bener-bener gak ada perkembangan.

Well, sebenernya ada beberapa perkembangan yang perlu dirayakan sih. Diet gue dari turun 10+ kg sekarang udah mulai naik lagi 2-3 kg lol. Lebih karena pola makannya kembali berantakan dan olahraganya gak sesering dulu sih. Capek banget bund, gimana dong. Udah bosen juga olahraga online, apalagi beberapa waktu lalu nyoba olahraga offline yaampun rindunyaaa!!! Sejak saat itu olahraga online tak lagi sama rasanya. Terus baru-baru ini gue berenang lagi setelah setahun lebih gak berenang dan YAAMPUNNNN kangen banget hwa.

Intinya, gue kangen berkehidupan normal. Gue kangen banget naik kendaraan umum, gue kangen jalan kaki di pinggir jalan, gue kangen pergi random pulang kerja simply because I can. Udah mana karena gue jarang keluar rumah, jadi gue masih suka gak aware gitu loh kalo harus sering pake hand sanitizer, terus masker juga harus selalu kepasang. Gue suka banget pake masker duckbill tapi sayangnyaaaa dia membuat kacamata gue berembun hhh. Tentu saja akhirnya gue melepas kacamata dan lebih pilih pake masker duckbill lol.

Selain olahraga, sekarang gue lebih bisa mengatur finansial gue lol. Awalnya karena salah satu coping mechanism gue adalah belanja, terus selama pandemi yang bikin waras yaaa belanja ini itu. Terus di satu titik gue ngerasa, "All those things don't make me happy and yet am broke." Iye lebay but you get the point lah. Terus akhirnya selama 3 bulan gue bener-bener ambi nontonin segala per-finplan-an, sampe ikut kelas di Zoom lol asli sih ini lebih karena gue gabut juga. Terus yaudah deh mulai bebenah dan seneng banget sekarang bisa lebih ngontrol keuangan. Dan ternyata beberapa sahabat gue pun punya masalah yang sama kaya gue?????? Kesulitan menabung karena duitnya ya "ngilang" aja. Atau bingung budgeting karena walaupun yaa bisa sih nabung tapi tetep aja gak sesuai sama rencana awal (hiyyy ini sering bgt gaksi help).

Dipikir-pikir ya, kunci kehidupan sebenernya ya disiplin gaksi? Hahaha. Disiplin dalam melakukan segala sesuatu gitu. Cuma ya namanya hidup kan banyak godaannya ya... tapi gapapa deh, kan progress gak selalu harus linear✨ Kunci diet disiplin, kunci punya keuangan yang baik ya disiplin juga. Planning juga penting sih. We waste way too much time to do something when it wouldn't take that long if we have plan. Planning dan harus selalu punya backup plan. Karena kan katanya lapangan itu dinamis -- yang mana memang betul sihhhhh, jadi yaa harus udah ada plan juga kalo yang A gak berhasil terus mau gimana. Howeverrrr don't think too much alias 👏🏻jalanin👏🏻aja👏🏻 biar gak pusing. Intinya, sesuai salah satu quotes favoritku, be stubborn about your goals but flexible about your methods.

Bilangnya mau quick update tapi jadi panjang betooool lol. Met puasa buat yang menjalankan. Cu pankapan!

Saturday, February 20, 2021

2020 Wrapped

Long overdue post but Idc🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️

2020 was... how should I describe it ya? Well, rollercoaster is an understatement. Salah satu tahun paling "haaaaah?!?!?!?!" seumur hidup. Tahun lalu bener-bener isinya adapt, adapt, adapt. As someone who consider herself as highly adaptive person, last year hit me pretty hard. Kalo dipikir-pikir, sebenernya gak separah itu sih buat gue. Tapi yaaa, kadang kita terlalu fokus sama yang jelek-jelek jadi rasanya jelek aja, padahal sebenernya kalo dilihat di big picture-nya yaaa nggak separah itu.

Anw, honestly, 7-8 bulan pertama di 2020 was okay... gue bisa mengelola emosi gue, mengatasi kejenuhan diri selama pandemi. Terus ada satu momen drop terus malah jadi drop. Salahnya gue adalah, gue pengennya gue langsung balik ke kondisi gue sebelum gue drop pertama. Biasalah, penyakit gak sabaran. Bener-bener pengen gas pol langsung balik ke fastest lane, padahal bensinnya udah abis. Udah jenuh di rumah doang dan gak ketemu sama temen-temen IRL. Terus akhirnya bener-bener overwhelmed sama diri sendiri. Tahu ada yang salah, tapi bingung buat ngungkapinnya dan nggak bisa berpikir jernih untuk cari solusi.

Oktober kayanya puncak segala kekacauan deh. Jujur itu bener-bener bingung sama diri sendiri, sama apa yang terjadi. Terus jadinya overthinking, lama-lama jadi anxious dan selalu capek gitu. Capek fisik kaya "hhhhhhh" mulu pengennya. Mempengaruhi kulit juga karena gue sampe sekarang masih jerawatan gak berenti, terus jadi banyak bolong olahraga karena yaa capek aja. Ngerasa gak ada tujuan juga, rasanya pengen tidur aja mau kabur. Tapi kan ya gak mungkin ya????

Pas ulangtahun tiba-tiba diingetin kalo ternyata masih banyak orang yang care. Asli terharu banget sih huhu ulangtahunnya bener-bener kaya gak kelar-kelar karena tiap beberapa hari ya ada aja kiriman makanan atau kado huhu heran kenapa orang pada baik banget sih😭😭😭 Tapi bener deh, rasanya kaya diingetin kalo masih banyak orang yang care and it really warmed my heart.

November was also the month I tried therapy and it really helped. Terus gue diingetin buat melakukan sesuatu yang sejujurnya selalu gue lakukan selama ini, tapi yaa gak tahu ya... waktu itu kaya bingung aja mau mulai dari mana. Tau ngga apa? Nulis. Iya, sesimpel itu. Nulis. Terus akhirnya sekarang gue punya diary hahaha buat cerita-cerita kalo gue lagi ngerasa overthinking dan/atau anxious.

Selama ini kalo gue nulis, gue biasanya udah punya... apa ya? Semacam solusi? Mungkin bukan solusi ya, tapi lebih ke... saat gue punya masalah, gue pikir apa yang harus gue lakukan. Terus gue implementasikan hal tersebut, terus gue baru tulis. Tulisan gue lebih jadi reminder saat gue menghadapi sesuatu, gue nyelesaikannya dengan ABC. Jadi tulisan gue tuh udah mengandung hikmah, solusi? Something along that line-lah pokoknya.

Then my therapist said, I don't have to have the solution. Just write it down, write everything I feel, I think, everything that came into my mind and my heart. Dan untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, gue akhirnya bisa mikir lagi. As in, bisa mikirin next step untuk menghadapi anxiety gue, menghadapi overthinking gue. Karena pas ditulis, ternyata gak seruwet itu. Kaya... kadang di otak tuh udah jadi penuh banget, tapi kalo ditulis tuh jadinya dijabarkan dan jadi keliatan poin-poinnya tuh dimana. Sesimpel itu ternyata, at least buat gue at that time yaa. Idk since when but I stopped ranting on my 2nd account, karena nggak ada energi. Tapi akhirnya gue paksain buat nulis di diary dan ternyata gue masih bisa kok bercerita. Terus yaudah deh, pokoknya sekarang tiap ada hal yang mengganggu yaa ditulis aja. Gak harus punya solusi, tapi at least bisa ngebantu buat ngeliat masalah tersebut dari sudut pandang berbeda.

Tahun lalu gue juga belajar, kadang kita belum dikasih sesuatu ya karena kita emang belom siap aja. Kalo lo teman dekat gue, pasti tau sih ini apa hahaha. Yaa intinya ada sesuatu yang gue belom dapet-dapet, terus gue suka wondering gitu kenapa gue belom dapet itu juga ya??? Sampai di suatu saat gue semacam disodorkan kesempatan itu, terus yaa paniklah langsung nanya pendapat beberapa orang. Terus setelah ngobrol-ngobrol itu, barulah gue sadar kalo sebenernya gue emang belom siap aja untuk dapat amanah tersebut. Terus yaudah, sekarang lagi benerin mindset dan mempersiapkan diri. Jadi yaudah, enjoy the ride. Gak usah buru-buru karena segala hal tuh bakal dikasih di waktu yang udah ditentukan dan itu pasti waktu yang terbaik✨✨✨

Surprisingly, tahun lalu gue banyak reconnecting with old friends. Sesimpel nyautin story temen-temen gue, terus kaya malah jadi ngobrol-ngobrol aja gitu. You have no idea how a simple "congratulations" and "good luck", or even those random reply can lift up someone's mood. Karena at this point, you have no idea siapa yang lagi kesepian, atau lagi butuh bantuan. Kalo mood lo lagi bagus, gak ada salahnya sih buat kontak temen lama. Mungkin karena gue extrovert juga ya, gue juga seneng aja denger cerita temen-temen gue. Terus kaya... ya seneng aja ngobrol sama banyak orang. Ngobrolnya pun no pressure yang harus bales cepet gitu, kadang gue balesnya lama kok, bisa 1-2 hari kemudian. Tapi yaudah no pressure, ngobrol aja saling catch up current condition masing-masing.

Hwa kok jadi panjang??? Padahal awalnya gue ngerasa gak bisa nulis tentang 2020 karena jujur gue masih butuh waktu buat mencerna apa yang terjadi. Kalo lo baca baik-baik, gue ngga ngerasa bener-bener punya lesson learned seperti di tahun-tahun sebelumnya. Karena yaa tahun lalu emang super question mark aja lol.

Buat tahun ini, jujur gak muluk-muluk, bahkan gak ada target sama sekali. Mengingat kondisinya masih begini-begini aja, gue rasanya kaya... yaudah, jalanin aja. Just be. Have targets and plans are still needed, but it's okay not to accomplish all of it right on time. Sekarang semua lagi survival mode, bisa bertahan aja udah bagus banget💕💕💕

Sunday, November 29, 2020

Sunday Night

 Hwa bingung mau mulai dari mana.

First of all, I updated my age description because a friend of mine, yang katanya suka baca blogku, protes, "Kok umurnya belom diganti?????" Lol yaampun maafin. Ini udah diganti ya. Go check her blog guys, dia suka update drakor hihi

Ngomong-ngomong soal umur yang ter-update, tbh this year's birthday was beyond my expectation. Karena pada dasarnya ini adalah ulang tahun di tengah pandemi dan gue pun di rumah aja, jadi yaudah nggak ada ekspektasi apapun gitu loh. Terus gataunya heboh banget yaampun aku terhura!!!!! Nanti ya kita bahas khusus.

Kalo dipikir-pikir, rant bulan lalu masih relevan sampai bulan ini. Masih begitu-begitu aja, intinya aku mau keluar rumah haha hihi karena semua orang udah melakukannya. Sebagai ekstrovert mentok, aku benar-benar sudah mumet bin pusing. Mumet banget di titik yang sebenernya tuh gue sampe bingung gitu loh gak bisa menganalisis. Mau distraksi juga udah bingung mau ngapain lagi, energi gue kaya udah abis aja buat melakukan hal-hal basic.

One thing led to anotherrrrr, sampai akhirnya seseorang bilang ke gue... yaudah tulis aja. Tulis apa yang dirasakan tanpa perlu dianalisis. Tulis aja.

Terus setelah dibilang gitu, gue jadi mikir sih (((yaela disuruh gak analisis TAPI YA TETEP AJA DIANALISIS))) belakangan ini gue nggak pernah nulis lagi. Bener-bener nggak nulis apapun. Karena biasanya apa yang gue ceritakan tuh udah gue cerna... I guess? Kayak... gue tahu kenapa gue merasa seperti itu, tapi paling ya gue belom tahu aja harus gimana. Tapi gue tahu masalahnya apa. Terus sekarang, karena gue udah keburu capek dan gak bisa mikir, gue gak punya energi buat analisis apa yang terjadi, sehingga gue jadi nggak nulis lagi.

Lewat tulisan ini, let me remind future me... please, don't be too hard on yourself.

Anw, sebulan terakhir banyak ketemu orang sih sejujurnya. Well, gak banyak gimana gitu tapi ada beberapa aktivitas di luar rumah yang berinteraksi sama orang lain dalam rangka menjaga kewarasan diri ini. TERUS KAYA YAAMPUN SENENG BANGEEEEET HWA tahu gak sih seneng gitu ketemu orang, terus pas pulang kaya kembali, "Yah balik lagi deh." huhu sedih.

Baru sadar post di beberapa bulan terakhir cukup dark tapi ya gimana donggggg. Sebenernya ada beberapa hal yang pengen diceritakan tapi ya itu, energinya gak ada huf. Asli barusan bacain 5 post terakhir dan tulisannya gak jauh-jauh dari gak-punya-energi dan rasanya-capek-banget. Mantep emang 2020.

Gue juga mulai mikir mau nulis lesson learned apa tahun ini... tapi apa ya? Hahahahaha kok bingung... nanti deh semoga aku dapat inspirasi nih di sebulan terakhir. But am sorry in advance kalo ujung-ujungnya cuma punya satu poin lesson learned... karena jujur tahun ini rasanya kaya yaudah jalan aja gitu tapi gak ada milestone tertentu yang membuat hidupku wow gimana gitu.

Baiklah aku mengantuk. Babay!

PS. Ini sebenernya post buat mengejar biar bulan ini ada ngepost lol. Sama sekalian buat membiasakan diri lagi buat menulis yuhuw wish me luck!

PPS. Ya Allah bener-bener error banget dah, gue tadi nge-publish tulisan ini as Pages (yang kaya halaman Behind the Scene). Cemerlang memang. Pantesan kok tadi nggak bisa ngasih labels, cuma bisa ngatur bisa dikasih komentar atau engga :")

PPPS. Setelah ngepost ini dengan benar, terus lupa nambah judul. Ok ini editan terakhir. Sekian terimakasih.

Friday, October 30, 2020

Uninspired Part 2

How I miss going outside hwa.

Barusan ngeliat foto-foto random aja, terus kaya... yaampun kangen banget ada di outdoor, kena matahari langsung selama berjam-jam sampe keringetan, pake kacamata item, playing tourist.

Terus sebenernya dari kemarin tuh gue mikir, kenapa gue males banget ya nulis. Padahal kan waktunya ada banget, ya orang bener-bener seharian depan laptop... kalo mau curi-curi waktu yaa bisa banget. Terus gue udah tau sih jawabannya apa. Karena gue gak banyak interaksi sama orang.

Karena gue kan biasanya nulis lebih tentang cerita kebodohan sehari-hari, cerita abis pergi kemana, cerita abis ini itu. Kaya... ya sebagai ekstrovert mentok jelas saja saya selalu recharged abis ketemu temen-temen, jadi punya energi lebih buat nulis dan cerita-cerita. Lah kalo sekarang mau cerita apa hwa Ibaratnya nih, semua cadangan energi gue selama ini udah abis buat menghibur diri karena gak kemana-mana.

Apalagi sekarang ngeliat orang-orang udah pada pergi-pergi keluar kota segalaaaa help. Aku kan juga mau!!!! Tapi yaudah gimana dong kondisinya lagi begini???? Torn apart lmao. Kaya... duh pengen keluar rumah tapi ya horror juga dan gak mau jadi beban aja sih intinya???? Terus yaudah gue masih di rumah dan teman-teman mainku juga pada gak mau keluar rumah kalo weekend karena mereka masih harus WFO kalo weekdays dan masih tinggal sama orangtua, JADI YAUDAHHHHH AKU DI RUMAH AJAAAAAAA.

Lah ngegas.

Anw, gue nyesel banget kenapa rambut gue sempet sampe orange ya. Random, I know.

Terus mau cerita apa lagi ya? Asli dah gak ada yang bisa diceritain????? Di titik gue tuh sebenernya gak enak karena cerita gue tuh gak jauh-jauh dari cerita kerjaan, kalo gak cerita tentang hewan peliharaan. Kaya... lagi gak ada sesuatu yang bener-bener bikin gue tertarik sih. Biasanya kan hobi gue emang banyak terus ganti-ganti. Nah belakangan ini gue bahkan gak punya energi untuk melakukan hal-hal basic, jadi kaya yaudah meh aja hidup ini rasanya.

Wow barusan mau nulis sesuatu tapi jangan deh. Hehehehe. Sok sok misterius. Yok tebak-tebakan kira-kira setahun lagi gue inget gak ini maksudnya apa? Hahahaha.

Btw ya, salah satu yang bikin hidup masih cukup exciting this year, considering I'm staying at home for 7+ months (and counting), adalah membuat mini personal project. Kaya... oke di kuartal ini gue mau belajar A, atau gue mau bisa B, atau entah apalah yang lo mau. Terus kasih waktu 3 bulan beneran fokus lakukan hal-hal yang berhubungan dengan itu. Lumayan sih, lepas 3 bulan tuh habit-nya udah mulai kebangun, terus yaaa anggep aja nambah ilmu baru. No pressure sih sebenernya, cuma berhubung gue gampang bosen jadi ya biasanya lepas dari 3 bulan tuh udah gak segitu getolnya, jadi gue udah nyari topik baru buat dipelajarin.

Belakangan ini gue mulai sering teleponan sama orang karena YAAAA GUE BUTUH NGOBROL AJA SIH INTINYAAAAA HELPPPPPPPPPPPPPPP?????????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Asli dah, gue tuh biasanya bukan tipe phone-call-person karena ya Allah sorry banget nih tapi attention span gue tuh rendah banget. Kalo cuma teleponan gue pasti matanya kemana-mana terus ujung-ujungnya suka gak fokus dengerin cerita orang. Gue prefer video call sih tapi kan video call suka rempong karena harus megang HP berjam-jam. Terus males banget kalo mau teleponan rame-rame tuh harus cari jadwal segala macem. Udahlah pokoknya gue tim ketemuan, atau ya telepon tuh kalo emang butuh aja.

Tapi semua sejak negara api menyerang hadeh. Gue jadi suka aja nelepon orang ya karena gue kangen aja denger suara temen-temen gue. Gue tuh kangen pecicilan gangguin orang. Gue kangen bergerak random sampe orang komentar, "Tha lo kenapa????" lol I miss doing weird things T_T Kalo di rumah kaya... apa yaa. Gue tuh kalo di rumah diem gitu loh, main HP, main laptop, baca buku. Pecicilan gue tuh terjadi di luar rumah saat gue bersama temen-temen gue. Kemarin gue sempet pecicilan terus orangtua gue komentar sesuatu... tapi gue lupa apa (((lah))). Ya pokoknya semacam "Eh kamu bisa ya pecicilan di rumah." Saking biasanya gue diem doang kalo udah di rumah.

Btw bulan ini bener-bener menguras energi banget. Di titik kemarin tuh gue sampe gak sanggup cuci muka sebelum tidur. Terus sekarang muka gue jerawatan parah, sedih deh.

Yaudah deh sekian terimakasih yorobun c u next time.

Thursday, October 29, 2020

Self-Quarantine Playlist

Asli, this is another long-overdue-post so please forgive me. Ini harusnya dipost bulan lalu tapi kesimpen jadi draft aja karena gue gak punya energi lebih buat nyelesain (padahal ini nulisnya gak mikir sih).

PS. Prolognya ditulis akhir September 2020.

Not really a playlist, honestly. Cuma belakangan ini muncul sebuah receipt yang menampilkan top 10 most played song in certain time period. Ada yang all time, 6 bulan, sama 1 bulan. Berhubung kalo diitung-itung udah 6 bulan kita mengendap di rumah, terus random aja pengen ngeshare lagunya apa aja.

Here we go.

Sunday, October 11, 2020

Heu

Heu.

Jujur gak tahu mau nulisnya gimana.

Seminggu ini kaya lagi capek banget aja, energi bener-bener abis. Padahal gak gimana-gimana juga. Kaya... yaudah lagi mentally exhausted aja. Seminggu ini kaya beberapa kali tidur cepet karena kaya udah gak punya energi lagi.

Sebenernya selama self-quarantine ini memang episode ini silih berganti sih. Ada masa-masa gue sangat energik dan penuh tenaga, ada masa-masa kaya... capek aja. Terus yaudah gitu aja terus gantian.

Kalo boleh jujur, pas akhir Juli sempet ada musibah di keluarga besar dan ada masa satu rumah kaya... berduka dengan caranya masing-masing. Tapi gue kaya belum bener-bener mencerna segala hal yang terjadi gitu loh. Kebayang gak sih? Kaya... karena saat yang lain bisa berduka, gue masih harus lanjut kerja. Tapi kalo keluar kamar I could hear someone cried, or a conversation about it -- followed by someone cried. There were time when I cried as well, although I prefer to grieve alone in my room. Tapi kaya... apa yaa. Dengerin orang sedih tuh bisa bikin capek juga sih ternyata, apalagi di masa ini emang semacam ujian mental aja. And this happened for about a month.

Terus kaya... yaudah emang pokoknya banyak faktor yang membuat capek mental sejak akhir Juli kemarin. Lumayan ngaruh juga ke fisik, karena awalnya gue bisa olahraga 3-4x seminggu, sekarang bisa 2x aja udah alhamdulillah. Tapi gue juga gak ngoyo dan maksa sih, kaya yaudah jalanin aja sebisa gue, semampu gue, sekuat gue. Gak mau maksain diri sendiri, gak mau being too hard on myself.

Lah tapi namanya juga aku, mana bisa.

Kan kalo kata Lenka, my world is full of loveliness, but I focus on the stress.

Terus abis itu, ada sesuatu. Wow sesuatu.

Not really sesuatu sih, more like a process gitu (?) Kaya... bukan satu insiden tapi kaya terjadi A, lalu kek yaudah. Kaya... awalnya X, terus lanjut Y, terus lanjut Z. HAHAHA MULAI CRYPTIC KARENA GAK BISA MENYAMPAIKAN BLAK-BLAKAN DI RUANG PUBLIK. Terus kaya di entah huruf apa, gue baru sadar... wow aku punya emotional baggage. Dan sepertinya cukup parah karena gue jadi punya kecenderungan paranoid. Ya gak paranoid sih, tapi lebih ke overthinking dan negative thinking.

Ya gimana hamba kaga mau meledak ya.

Terus sejujurnya gue sedih sih. Karena gue dulu gak begini. Dalam artian, gue dulu nggak bakal overthinking masalah-masalah yang sekarang gue anggap masalah, malah cenderung cuek. Terus gue mikir lagi sih. Gue gak pernah bener-bener memproses masalah-masalah gue KARENA KAN AKU CONCEAL DON'T FEEL DON'T LET THEM KNOW. Alias... selama ini ya gue kalo ada masalah cenderung dipendam, terus dijadiin bahan ketawa. Tapi gue gak bener-bener memproses masalah itu, terus ternyata gue malah jadi banyak nyalahin diri gue sendiri gitu-gitu. Duh ini sangatlah bingung ngejelasinnya.

Terus kaya gue sadar kalo gue jadi anxious parahhhh mampus gue pun sampe khawatir sama diri gue karena kok rasanya sangat tidak sehat. Terus bener-bener so many bad thoughts aja. Terus tiba-tiba nemu sebuah post dari @realdepressionproject (post yang ini), terus pas baca ciri-cirinya... gue sampe deg-degan karena gue ngerasa I ticked like half of them. Terus gue baru sadar kalo ternyata my past relationships bisa dibilang mengandung mental abuse. Terus kaya... haaaaaaaahhhhh yaampooooon. Bahkan gue baru tau kaya gitu bisa jadi mental abuse. Walaupun mungkin mereka pun tidak sadar kalo sedang melakukan itu. (wow masih dibelain)

Tapi kalo dipikir-pikir yah... emang. Segila itu dulu-dulu. Terus berhubung gue emang tipe all out kalo udah sayang (sayang in general ya, sayang sama temen pun aku akan all out). Bener-bener yaa kalo gue disalahin akan suatu hal, yaudah gue jadi ngerasa itu salah gue padahal mah kagakkkk. Gue harus selalu available, tapi kalo gue butuh mereka & mereka tidak available, gue tidak boleh menuntut. Iya, (sebenernya) segitunya. Tapi gue gak terlalu memusingkannya karena ya dulu gue mikir, "Oke take your time." Padahal mah... ya gak gitu juga. Dan ini terjadi berkali-kali di hubungan yang berbeda. Buset am starting to question myself sih, kayanya gue yang selalu salah pilih orang ha.

Anyways, mungkin pas jelasin ini gue bisa joke around. But, irl, yaa kalo ada apa-apa yang mirip dikit backgroundnya (baru background yaa, padahal responnya belum tentu sama), itu gue sejujurnya langsung muncul cemas. Terus kaya... yaudah that's my demon. This is my battle.

Cuma gue gak nyangka aja kalo ternyata hal-hal kaya gitu bisa ngaruh segitunya. Kaya di atas gue bisa joke around, ngejelasin, tapi yaa kalo dihadapkan pada kondisi itu yaa jadi overthinking dan anxious lagi.

I think I need help karena bisa ngaruh kemana-mana, especially kalo kerjaan lagi heboh hyaaa~~

Ditulis (bukan) dalam rangka world mental health day, tapi buat jadi personal reminder :-)

Friday, September 4, 2020

Friday Night Rant

Baru sadar, tulisan gue minggu lalu ada yang ngeview. Padahal baru seminggu dan kayanya gue gak post dimanapun. Haha datang dari mana coba.

Anw beberapa hari ini gue lagi nonton beberapa romcom dan sempet ke-shuffle Loving is Easy-nya Rex Orange County. Terus gue jadi mikir sih...

Kenapa yaa gak ada meet cute di dunia nyata?

You know, ketemunya gak sengaja, terus dari pas ngobrol pertama kali yaa udah ada aja chemistry-nya. Terus yaudah, gak gimana-gimana lagi, lanjut aja terus tuh hubungan. Kalo pun ada gangguan ya nanti balik lagi kok tenang aja.

Se-ngga pernah itu loh ngeliat yang begitu. Kenapa harus susah banget ya? Lo suka aja gak cukup, pihak sananya suka juga gak? Kalo suka juga, beneran mau dilanjutin gak? Dan masih panjang lagi pertanyaannya.

Kenapa segala hal harus complicated ya?

Bukannya katanya loving is easy?

Pengen gak sih punya yang segampang itu, yang semengalir itu aja.

Yang gak perlu menerka-nerka, "Ini apa sih maksudnya? Ini harus gimana ya?"

Yang kalo emang udah ngerasa seru, yaudah lanjut aja terus.

Oke deh gue tarik mundur, harus nyari dimana ya????? Sebelum mulai memilih kan harus ada dulu pilihannya. Atau kalo gak ketemu dimana ya????? Haaa so many questions!!!!!

Udah mana lagi gak bisa keluar rumah gini. Mau ketemu siapa coba? It's almost 6 months and my supposed-to-be-adventurous-25 bener-bener ngendap di rumah doang. Asli sih bingung haha.

Ditulis untuk dibaca di suatu hari nanti, saat sudah ditemukan jawabannya :-)

Friday, August 28, 2020

Maunya Apa Sih?

 Selalu bilang mau santai dan jalanin aja.

Selalu bilang gak buru-buru dan pengen pelan-pelan.

Selalu bilang gak ada apa-apa kok.

Selalu bilang biasa aja.

Tapi...

Selalu mempertanyakan.

Selalu mau ada perkembangan.

Selalu tidak sabar ke selanjutnya.


Maunya apa sih?

Saturday, July 4, 2020

12 Years!

Ayyyy happy anniversary!

I never thought that I'd still do this (yeu nulis gini aja terus). Serius sih. Inget banget awalnya tuh karena baca blognya Raditya Dika terus mikir, "Seru kali ya nulis cerita sehari-hari gitu." Lah gataunya keterusan sampe sekarang.

I found my joy, I found my peace by writing.

Jujur sering banget ada yang nanya,
  • Kenapa masih nulis di Blogger sih? Kan gak bisa macem-macem, enakan di Wordpress atau Medium?
  • Kenapa gak diseriusin aja biar dapet penghasilan? Lumayan banget tau bisa (begini begitu)
  • Nulis yang lebih serius dong kontennya (((oke ini lebih ke request sih)))
  • ... dan lain-lain.
Selama ini kalo digituin gue lebih ke jawab panjang lebar mencoba memberi penjelasan yang mengarah ke pembenaran gue melakukan apa yang selama ini gue lakukan. Padahal kalo dipikir-pikir lagi, jawabannya cuma satu sih.

Karena nulis adalah hobi gue.

Jawabannya sesimpel itu sih. Nulis bikin gue seneng, dan ternyata seneng gue sesederhana nulis. Gue gak ambil pusing berapa banyak yang ngeliat tulisan gue. Gue cuma pengen cerita apa yang ada di kepala gue. Sesimple itu sih.

Ini adalah tempat dimana gue gak perlu ngejar sempurna.
Ini adalah tempat gue cerita-cerita, ini tempat gue melepas penat.
Ini salah satu mood booster gue, dengan cara gue.
I never do this to please anybody. I do this for myself, because I like it.
I do this simply because this makes me happy.

Gue inget banget pernah baca tulisan intinya, do things you like doing, it's ok to suck.
And the thing that makes me happy adalah nulis. Heck, I know I'm not gifted on writing but I like it. So be it. And it's ok to suck! Jadi kenapa gue harus mengejar well-crafted writings if it doesn't make me happy (or happier). Jujur kadang gue malah jadi males duluan karena ngebayangin effort yang dibutuhkan udah gede, just because I aimed for certain degree of perfection. Padahal gue nulis untuk diri gue sendiri, sebagai pengingat akan hal-hal yang gue alami, pikirkan, dan rasakan. Syukur kalo ada yang bisa relate juga. Jadi kenapa gue harus pusing bikin ini sebaik mungkin untuk orang lain?

Anw, gue juga ngga pernah malu sama tulisan-tulisan gue jaman dulu.
I know it cringes the crap out of me now, tapi yaa namanya juga manusia. Makin gede, makin dewasa. Yakin banget pasti tulisan gue dulu banyak yang kesannya tone deaf atau gimana gitu. Tapi yaa udah aja gak sih? It's part of growing up. Those writings are a part of me.

Ya walaupun kadang pengen nulis lebih serius dkk, tapi kadang gue jadi ngerasa gue ngebebanin diri sendiri karena ngerasa cerita yang pengen gue sampaikan menurut gue kurang serius dan kurang menarik (?) Padahal mah yaudah aja sih, ini kan punya gue, kenapa gue jadi takut apa yang orang pikirkan.

Semoga ke depannya, tempat ini masih menjadi tempat yang nyaman untuk bercerita.
Dan semoga, siapapun yang mampir, bisa mendapat sesuatu yang berguna, entah buat melepas penat, atau bahkan mengambil hikmah :-)

Salam sayang,
Titha.

PS. Setelah > 5 tahun pake banner yang sama, akhirnya bikin baru pake Canva! Haha
PPS. Ilustrasi yang ada saat ini digambar sama orang-orang berbakat, go check 'em! (Ilustrasi di kiri banner - @urimoji, ilustrasi di kanan banner - @byciane, gambar di Behind the Scene -- @konpeito_id)

Saturday, June 20, 2020

Friday, June 19, 2020

Selama Titha #dirumahaja

Whew asli akhirnya kembali menulis.
Gue bahkan udah lupa terakhir nulis kapan dan cerita apa. Lupa juga apa aja yang belum diceritain dan mana yang udah diceritain.
Kayanya udah banyak yang diceritain di Uninspired, tapi rata-rata cuma selewat aja lebih ke fyi. Padahal sebenernya masing-masing cerita lumayan seru buat dilanjutin.

Terus berhubung ceritanya banyak yang panjang juga, gue memutuskan buat nulis dalam beberapa part. Di part pertama ini, mungkin lebih ke cerita what happened before this whole self-quarantine & general mood aja kali yaa. Cerita-cerita selanjutnya bakal ditulis per tema, harusnya sih ada sekitar 4 post (termasuk post ini). Semoga gue punya semangat buat nulis haha.

Without further ado, let's talk!

Saturday, May 2, 2020

Uninspired

Ibarat the sims yang diabaikan, aku lagi uninspired.

Sumpah ya, sebenernya banyak banget yang bisa diceritain. Sebanyak itu. Dengan segala hal yang terjadi saat ini, harusnya gue bisa banyak banget nulis disini dan bikin konten segala macem. Tapi kok gak tahu kenapa males banget ya nulisnya. Kaya... gak selera aja buat nulis. Dan kalo dipikir-pikir, kaya gini sebenernya udah dari akhir tahun lalu. Bikin thread di IG juga udah jarang dan saat nulis pun gue gak ngerasa itu gue yang biasanya. I don't think you'd get this, but one of the reason I like writing is because I can reread those stories with my voice in it. Tapi entah kenapa, belakangan ini suaranya kaya berubah aja. Nggak rame kaya biasa.

The thing is, hidup gue lagi gak ada yang berubah. Kaya bener-bener lagi blah aja gitu same old same old. Well bohong banget sih kalo gak ada yang berubah. Apa karena belakangan ini banyak yang berubah ya? Dari Oktober tahun lalu, sampe sekarang, yang berarti sekitar 6 bulan terakhir, itu emang banyak banget hal yang berubah sih. Tapi dari gue nya kayanya gitu-gitu aja. Atau mungkin guenya deep down lebih mengalokasikan energi gue untuk menghadapi perubahan itu, makanya jadi ngga punya energi yang cukup buat nulis kaya biasa.

Kalo dipikir-pikir banyak banget yang berubah, mulai dari kesehatan, baik personal maupun dunia, sampe kerjaan, baik personal maupun dunia. Buset lebar banget bahasannya.

Btw gue dapet tulisan bagus waktu lagi lurking di reddit beberapa waktu yang lalu,
Dan bahkan ini gue dapet di akhir tahun, berarti hampir 6 bulan yang lalu. Still relevant, tho.

Quick recap:

  • Been on diet since earlier this year and lost some kgs (yay!)
  • Moved to another company, with same role as the previous one (go check my Linkedin)
  • Due to pandemic, been working from home for 7 friggin weeks (where my extro/intro-vertness is crying, this week extro, next week intro, and so on)
  • Cooked oreo cheesecake, churros, and aglio olio from Tiktok recipe (and surprisingly edible, I don't dance tho)
  • Finished so many series (and watched K-drama as well! Finally after almost 2 years w/o K-drama)
I kinda want to divide those topics to different posts because well, those have different theme. But let's see. At least I've told you guys about what happened during the past 4 months. I excluded last November & December bcs there was nothing really remarkable.

Nggak deng, baru inget Desember gue liburan ke Jogja sama Hanny & Dena. Wah jujur itu juga cukup seru ceritanya. Yaampun baru sadar, gue bahkan belum cerita nonton konser Maroon 5 dan itu udah setahun lalu lebih. Sorry banget sorry huhu.

Terus apa lagi yaa. Setelah lama enggak fangirling, sekarang gue lagi ngefans banget sama Kim Jae Wook aka Kim Jae Uck HUHU CAKEP BGT NANGIS. Walaupun pada bilang dia udah ahjussi tapi kalo ahjussi kaya gitu I don't mind. Cakep banget sampe pusing huhu luv banget. Gue tahu gara-gara nonton K-drama Her Private Life aka salah satu drama ter-lovely karena pasangannya sangat mature, jadi hubungan mereka gak banyak drama. One of my all-time-fav K-drama.

Terus saking penasarannya sama The Office, sekarang gue mencoba langganan Amazon Prime Video. LOL. Tapi yaudah gue baru nonton sampe season 2 tapi sumpah gue ketawa bisa sampe nangis pas nonton saking absurdnya. Lucu banget asli kacau.

Terus apa lagi yaaa. Paling cuma bisa bilang stay safe ppl, jaga kesehatan. Semoga kita semua dilindungi Allah SWT luv <3

2019 in Retrospect

TL;DR: You do you.

But then again, are you sure you don't want to read the whole story?!?!?!?

Friday, January 31, 2020

Filosofi Layar

Beberapa hari yang lalu, gue harus baca sebuah dokumen yang lumayan panjang. Terus gue mumet banget baca dokumen itu karena panjang banget dan kalimatnya muter-muter. Pokoknya ngeliat wall of text gitu gue langsung pusing deh. Gue bacanya di laptop gue yang layarnya 11 inch.

Siangnya, gue kembali membaca dokumen yang sama. Tapi sekarang gue baca itu di iMac temen gue yang layarnya 32 inch. Terus gue ngerasa tulisannya jadi gak sepenuh sebelumnya... dan akhirnya gue bisa baca itu sampai selesai dan gue ngerti apa yang dimaksud.

Terus tiba-tiba gue tersadar sesuatu.
Kadang kita tuh udah terlalu mumet karena ngeliat di tempat yang terlalu sempit, sampe akhirnya marah-marah sendiri. Padahal sebenernya kalo lo zoom out pandangan lo dan ngeliat di titik yang lebih luas, ternyata gak serumit itu.

Dan akuin deh, sering banget gak sih kita kaya gitu? Kita terlalu fokus ama apa yang ada di depan kita, sampe nggak ngeliat lagi yang di sekitarnya. Padahal pas lo mundur sedikit -- untuk ngeliat lebih luas -- ternyata nggak seribet itu. Jawabannya bisa jadi ada di depan mata lo selama ini.

Originally written on mid September, just realized I haven't finished writing this one.

The Best Kind of Revenge...

"...
I’m slowly learning that not reacting doesn’t mean I’m okay with things, it just means I’m choosing to rise above it. I’m choosing to take the lesson it has served and learn from it. I’m choosing to be the bigger person. I’m choosing my peace of mind because that’s what I truly need. I don’t need more drama. I don’t need people making me feel like I’m not good enough. I don’t need fights and arguments and fake connections. I’m slowly learning that sometimes not saying anything at all says everything. ..." - Thought Catalog